30 Days JE Challenge : Day 3
serizawadindou

Konnichiwanwan 🐶
Hari ini hari ke tiga. Humm.. Chekidot 😄 pendek banget sih ahaha.

Day 3 : Ranking the members of Arashi in order from your favorite to your least favorite

Err.. gimana ya.. sebenarnya aku ngga terlalu dekat dengan Arashi, mungkin cuma sekedar tahu dan say hi  gitu. Ibarat teman sekelas, hanya kenal sekenanya saja, jadi bingung kalau ditanya apalagi diurutkan dari terfavorit begini. 😂

Hal yang meninggalkan jejak di aku tentang Arashi adalah lagunya sih, walaupun ngga sungguh - sungguh ngikutin, tapi kadang ada rilisan aku download mp3 nya. Dari segi akting juga sebenarnya yang banyak aku tonton doramanya Matsujun, tapi aku ngga begitu interest sama dia, terus Nino, dia emang keren aktingnya, dan sudah diakui juga. Tapi akunya biasa aja 😂 Mungkin Sakurai Sho lebih menarik ahaha.

Jadi kali ini aku bikinnya random aja deh, karena sebenarnya om Aiba dan Ohno aku ngga begitu kenal..

This is my randomly choice

1. Sakurai Sho
2. Ohno Satoshi
3. Ninomiya Kazunari
4. Aiba Masaki
5. Matsumoto Jun

Eeaaakkk Matsujun kutaruh paling bontot 😂 bukan ngga suka, cuma memang biasa aja akunya, mungkin karena terlalu mainstream? 😂

Okei Day 3 is done 💖


30 Days JE Challenge : Day 2
serizawadindou

Hola 😄 hari ini hari tantangan kedua! Masih panjang ya.. banget~ ahaha

Okei, try to solve this. *ha??

Day 2 : Name your favorite Jr. band and say why it's your favorite.

Hmm.. sebenarnya agak susah ini, mengingat aku suka sekali nontonin Jr yang manapun di Shokura 😂 dan setiap Jr grup punya keistimewaannya tersendiri. Tapi kalo boleh jujur dan harus memilih satu.. aku sayang Love-tune 💖😂


Why?

Karena.. karena mereka Love-tune 😂

Gimana ya, sebenarnya agak merasa bersalah ketika menyebutkan ini, di saat aku lebih banyak berkumpul bersama fans SixTones. Tentu saja aku sayang SixTones, dan mereka keren sumpah, lihat tampilannya di manapun, entah shokura, atau melihat dari cuplikan - cuplikan butai Jr, tidak ada alasan untuk tidak suka SixTones. Tapi hati siapa yang tahu? Aku lebih dapat chemistrybersama Love-tune. 😭
Mungkin aku agak berbeda dari fans SixTones lain yang menemukan mereka dari Bakaleya. Jujur aku ngga nonton dorama itu sampai detik ini. Bimbang antara mau lihat aksi mereka, tapi ngga suka lihat akb. 😭 ditambah berbagai bangumitentang mereka, aku ngga pernah ngikutin sama sekali. Jadi chemistry-nya aku belum terlalu dapat, walaupun aku sayang dek Shin pingin tak unyel sampai buluk dan suka ngelirikin Hoku yang seksi kebangetan, juga selalu pingin ngebully dejur yang ekspresinya selalu pingin dinistain. Walaupun suka banget vokalnya Kyo-Jess yang menggetarkan hati, dan juga Kouchi yang sangat imut(?) 😭 sumimasen 😭

Kalau membicarakan Jr yang aku suka bisa jadi panjang ya, dengan masing - masing keistimewaan di setiap grup, sampai - sampai aku berkhayal bahwa kita 9 bersaudara! Ahaha.. siapa saja? Yasui Kentaro sebagai kakai tertua, lalu aku *hehe*, lalu adek - adek Nishihata Daigo, Hirano Sho, Morimoto Shintaro, Abe Aran, Miyachika Kaito, Haniuda Amu, dan si bontot Onishi Ryusei. Orang mainstream semua ya 😂

Pertama kali suka Jr aku tertarik dengan Miyachika Kaito, yang menurutku wajahnya khas, mudah diingat, dan seperti vampir. Waktu itu aku belum tahu namanya sih, tapi ingat terus wajah adek lucu ini. Aku juga sebelumnya belum tahu apapun tentang grupnya, Travis Japan. Lama kelamaan jadi tahu sendiri sih, beberapa kali mereka pernah jadi backdanceruntuk penampilannya Nakayama Yuma, bahkan ikut dalam singel YOLO Moment. Tapi aku tidak merasakan kedekatan khusus dengan Traja, entah bagaimana. Mungkin karena sebelumnya mereka jarang muncul di Shokura ya, sedangkan andalanku untuk merhatiin Jr adalah Shokura, karena aku cinta pertunjukan panggung. 😂 belakangan ini selalu muncul sih, tapi sudah terlanjur sayang yang lain. 😭

Aku juga suka Kinpuri, especiallyMr.King. Bagiku Mr.King seperti gambaran sebuah kesempurnaan. *ciyee* Aku terpikat dek Sho di Shokura waktu awal - awal Kinpuri dulu, aku merasa anak ini bagus sekali penampilannya di panggung, ngga tampak seperti Jr. Terus waktu Kinpuri dipisah, aku lebih fokus pada Mr.King, karena mereka unggul di vokal. Hirano Sho yang suaranya huskytapi punya vibrato, Takahashi Kaito yang suaranya agak childishtapi bisa melengking sampai nada tinggi, dan Nagase Ren yang suaranya dewasa dan jernih sekali, ibarat air kolam baru dikuras. Salah satu penilaian pertamaku ketika melihat suatu grup adalah dari vokalnya. Yap, karena aku memang lebih banyak mendengarkan lagu mp3 daripada nonton video, jadi itu penting. Penampilannya Mr.King semakin ke sini semakin banyak yang mereka sajikan, mulai baton, sepatu roda, akrobat, dan sebagainya. Mengagumkan bukan? Tapi hal itu justru membuatku takut, karena bagiku mereka terlalu sempurna.

Tentang Love-tune sendiri, awalnya aku tahu mereka sebelum punya nama, waktu masih suka jadi backdancerbuat Yuma. Waktu itu sebenarnya formasi dance-nya berenam sih, Yasui-Sanada-Hagiya-Myuto, plus Masuda Ryo dan Hanazawa Akatsuki *hiks*. Terus empat orang itu akhirnya menjadi grup dan menyandang nama Love-tune *horeeee 😂😂*. Kalau secara individu, sebenarnya sudah tahu duluan sih. Sanada Yuma yang jadi virtual boyfriend-ku sekarang, aku tahu dia waktu masih bocah di One Litre of Tears. Cuma sekedar tahu namanya, dan tahu dia Johnny's Jr. Eh malah sepertinya Jr pertama yang aku tahu ya, jauh sebelum notis Miyachika Kaito ahaha. Yasui Kentaro, yang kunobatkan sebagai kakak tertua dalam virtual siblingsyang aku buat sendiri, awalnya tahu dari nonton Gamushara, yah walaupun cuma satu episode nonton tapi cukup membekas. Myuto, aku cuma sekedar tahu dia anak Travis Japan. Sedangkan Hagiya, aku baru tahu waktu jadi backdancer-nya Yuma sih.
Aku menikmati Love-tune berempat, suka mereka membuat formasi band, hal yang agak jarang walaupun ada. Bagiku itu keren.. Terus someday terjadi hal yang mengejutkan, ketika ada tiga member dimasukkan. Abe Aran, Morohoshi Shoki, dan Nagatsuma Leo. Kupikir cuma guest  member ya, atau additional member. Awalnya terasa memaksa, karena ketika tampil dengan formasi band, vokalisnya jadi ada empat dan itu sangat tidak seimbang. Tapi kelihatan sih, Kak Yas dan dek Aran jadi double main vocalist. Terus yang dua ngapain? Figuran? Ahaha.Lalu hal yang mengejutkan lagi terungkap, ternyata dek Aran memutuskan fokus di Love-tune dan hengkang dari Travis Japan. Terkejut dan agak patah hati sih, karena kapal Aranchika harus karam *hanya untuk yang paham ahaha*
Seiring waktu mulai diperbaiki formasinya, Reo mendapatkan posisi instrumen keyboard, dan dek Aran bawa gitar sambil masih jadi main vocalist. Shoki masih main di vokal walaupun tidak mencolok juga, eh belakangan dia ngga kelihatan 😂 bulan Januari jelas sih, karena Shoki sibuk butai musikal "Cross Heart", tapi sepertinya yang Shokura baru belum ada dia juga ya? Apa aku yang belum nonton?
Aku senaaang melihat mereka di konser A.B.C-Z, makin sayang, ditambah mereka bawain lagunya NEWS - seven colors. Berasa dapat combo gitu. Plus jadi makin nyangkut sama Sanada karena lihat dia keringetan *sumpah ini ngga penting banget* dan setelah itu memutuskan tepat 30 Januari 2017 saya jadian sama Sanada ahaha. Mohon disikapi dalam ranah dunia fangirl yang wajar, bukan keseriusan sebagai real life.

Sebenarnya kalau memperhatikan sekitar, sepertinya banyak yang kurang suka dengan Love-tune bertujuh ini, terutama yang sudah nempel banget sama dek Aran di Traja. Tapi kalau aku sih, ya gimana ya, berat karena dek Aran ninggalin Traja, tapi juga senang lihat aksinya di Love-tune yang berbeda dari ketika masih di Traja dulu. Lebih pentingnya lagi, aku senang dek Aran ketemu kak Yas, yang bisa dibilang kakak dan adek saya di virtual siblings 😂😂

Satu hal lagi yang sangat berpengaruh pada kehidupan cintaku(?) dengan Love-tune adalah fanfiction! Sejujurnya dulu aku hampir ngga pernah baca fanfiction, sampai orang heran, karena biasanya fangirl kan identik dengan itu, tapi aku ogah menyentuhnya karena kurang nyaman idolku dikhayalin macam - macam. Terus pertama kalinya baca fanfiction karena ditag ffnya veve "You and You". Selanjutnya jadi keterusan, fanfiction Love-tune jadi nambah - nambah. Thank you!

Day 2 Challenge have done 💖


30 Days JE Challenge : Day 1
serizawadindou

Hisahiburi~ posting pertama di tahun 2017 ♡

Topik kali ini tentang idol ya! Ada mainan  baru mondar mandir di timeline Facebook nih, 30 days challenge, tentang idol Johnny's Entertainment. Aku sengaja posting pas tanggal 1 biar enak dan ngga lupa sudah sampai hari ke berapa hehehe..

Okei, tantangan hari pertama : Name your favorite JE debuted band and say why it's your favorite!

Sebagian orang, khususnya yang mengenalku di facebook hampir bisa dipastikan tahu jawabannya.. Yap, jawabannya NEWS ♡ hehe


Why?

Aduh kenapa ya? Sebenarnya dibandingkan dengan grup Johnny's yang lain, NEWS bukan grup yang sangat wah sekali, bahkan banyak yang lebih hebat. Mungkin bisa dibilang karena mereka yang pertama bagiku. Bukan yang pertama aku tahu ーkarena sebelumnya aku sudah tahu Arashiー, tapi mereka yang pertama mencuri hatiku. *ciyeeee*

Pertama kali ketemunya ketika randomly download. Waktu SMA, pertama kalinya di sekolahku dipasang wifi, hampir setiap hari aku sengaja datang pagi - pagi untuk download mp3. Aku belum mengenal download video waktu itu, karena aku belum punya laptop, dan hanya butuh lagu untuk disimpan di HP. Secara random aku mengetik keyword kata - kata bahasa Jepang. Aku belum menyukai Johnny's talent secara khusus waktu itu, pokoknya aku mau lagu Jepang. Jadi nemu deh Taiyou no Namida.. lagu NEWS pertama yang kupunya ♡

Alasan lain setelah terjadi pertemuan pertama itu, karena waktu SMA dulu orang - orang di sekitarku tidak kenal apa dan siapa itu NEWS, jadi aku memutuskan untuk jadi fans, menebar kegilaan ngidol ke  mana - mana, minimal supaya orang - orang sekitarku akan ingat aku kalau dengar nama NEWS. Sebenarnya karena aku pencemburu berat juga, aku ngga bisa kalau lama - lama berkutat pada artis yang banyak fansnya. Kalau sudah begitu, aku memilih mundur hahaha I know I'm so childish but it happen until now. 😂

Satu hal yang membuatku semakin tidak bisa lepas adalah ketika NEWS di ambang ketidak pastian. Tahun 2011 lalu dua member NEWS memutuskan mundur, dan yang memperparah situasi saat itu karena salah satu yang mundur adalah leader grup. Banyak orang mempertanyakan, bahkan menyarankan mereka untuk bubar. Masa - masa yang sungguh berat, bagi mereka dan juga bagi kami sebagai fans. Aku pun berjanji, jika mereka mau bertahan dan bangkit lagi, aku pasti beli CDnya. Hehe :3

Nah, setelah kejadian itu, seolah aku jadi punya komitmen bahwa mereka adalah nomer satuku, prioritas. Sekarang aku punya idol yang kusuka, banyak sekali, tapi kalau disuruh memilih satu saja aku pasti pilih NEWS. Rilisan CD, DVD, goodies bertebaran, tapi selalu keinget pingin NEWS dulu baru yang lain kalau bisa.

That's all for day one ☆ see you tomorrow


Nightshadow Guardians | Chapter 1 (part 1)
serizawadindou

 Long time no see XD
Kali ini aku mencoba merilis cerita  bersambung untuk mengisi blog ini supaya tidak jamuran XD Kalau disebut fanfiction.. aku tidak begitu yakin, tapi yang jelas nama - nama tokoh diambil dari nama - nama member Johnny's Entertainment dan Hello! Project, ditambah nama belakang random ahaha
Ide cerita random, spontan apa yang terlintas di kepala. Berhubung saya pecinta novel fantasy, jadi mungkin teman - teman akan banyak menemui hal - hal yang mirip dengan berbagai novel X'''D
Okay, happy reading~
.
.
.

    Sepasang kaki yang kurus melangkah mantap memecah keheningan. Hari sudah malam dan kota mulai sepi, hanya ada dua atau tiga orang yang melintasi sepanjang ia berjalan. Udara malam begitu dingin, menandakan musim dingin akan segera tiba. Pemuda itu merapatkan jaket lusuhnya dan terus berjalan sendirian melintasi jalanan kota, menuju rumah yang dia tinggali bersama dua adiknya. Malam ini akan menjadi malam yang cukup melelahkan, pikirnya.
      Pemuda itu bernama Juri Schwartz. Usianya sembilan belas tahun. Perawakannya tinggi dan ramping, namun tampak kuat. Kulitnya berwarna agak gelap, dengan rambut cokelat tua yang persis seperti rambut ibunya. Ia adalah salah satu prajurit rahasia pengawas aktifitas sihir di kota. Ya, sihir. Juri adalah keturunan dari penyihir tingkat tinggi di kota Emas, yang memutuskan untuk bergabung dengan prajurit pengawas sejak orang tuanya tewas dalam penyerangan  oleh pasukan iblis hitam beberapa tahun lalu. Saat itu usianya masih empat belas tahun, namun telah mengambil keputusan besar yang mengubah hidupnya sepenuhnya.
     Juri mengambil jalan membelok ke kanan. Pintu masuk rumahnya bercat hitam pudar, dihiasi ukiran sederhana seperti rasi bintang, tampak beberapa meter dari tempatnya sekarang. Ia mempercepat langkahnya hingga tiba di teras rumahnya, kemudian menaiki undakan dan membuka pintu dengan kunci yang selalu dibawa di saku celananya. Akhirnya sampai juga di rumah.
     Juri masuk dan melepaskan sepatunya – yang tidak kalah lusuh dengan jaketnya – kemudian memanggil kedua adiknya, “Koji, Ruka, kakak sudah pulang.. Kakak membawa sedikit makanan untuk makan malam kita.” Suaranya sedikit serak, efek setelah bersentuhan langsung dengan cuaca dingin di luar.
     Juri langsung menuju ke ruang tengah untuk meletakkan tas lusuhnya yang tampak cukup berat, kemudian beranjak ke dapur untuk mempersiapkan makan malam mereka. Kedua adik Juri masuk ke ruang tengah untuk menyambut kakaknya yang baru pulang dari pekerjaannya mengantar lilin – di samping pekerjaan rahasianya, Juri bekerja sebagai penjual lilin untuk menjalani kehidupan normal sebagai manusia biasa – sejak siang hari. Di kota Bintang, lilin merupakan benda penting untuk aktifitas sehari – hari sebagai penerangan, sejak obor tidak lagi digunakan.
     “Kakaaaaaak, aku dan Ruka sudah lapar menunggu kakak pulang, dan akhirnya kakak pulang juga.” Koji terkekeh kemudian mengikuti kakaknya ke dapur untuk membantu.
     “Aku sudah hampir menangkap serigala tadi, namun tiba – tiba buyar saja semuanya.” Ruka baru dibangunkan dari tidurnya oleh kakaknya, Koji ketika Juri datang. Dengan wajah masih mengantuk, ia langsung mengenyakkan diri di kursi meja makan kayu tua yang terletak tepat di bawah jendela yang menghadap ke jalan.
     Kedua adik Juri tidak jauh berbeda dengan kakaknya, sama – sama berpostur ramping dan tinggi. Ruka lebih pendek karena dia perempuan, namun termasuk tinggi di antara teman – teman perempuan seumurannya. Juri dan Koji sama – sama berambut cokelat tua, namun rambut Koji agak bergelombang, sedangkan Ruka berambut sehitam malam seperti ayahnya. Jarak usia ketiganya masing – masing dua tahun.
     Koji datang dengan membawa dua mangkuk sup krim ayam dan labu kuning yang telah dihangatkan, lalu meletakkannya di meja. Kemudian Juri datang menyusul dengan membawa semangkuk sup lagi untuk dirinya sendiri, dan sepiring roti kering yang telah dibagi menjadi tiga. “Aku akan menambil minuman, sebentar.” Juri kembali ke dapur dan keluar dengan membawa tiga gelas sari apel.
     “Malam ini kakak akan sedikit sibuk, jadi sepertinya tidak bisa ikut membantu membuat lilin. Koji, tolong di-handle ya.”
     “Tidak masalah. Apakah ada masalah serius? Biasanya kakak baru pergi patroli setelah lewat jam sepuluh malam.” Koji mengiris roti dan mencelupkannya pada sup.
     “Apakah kakak akan menangkap naga?” Ruka menyahut, dengan nada suara ceria yang kekanak – kanakan.
     Juri menyesap minumannya, kemudian tertawa kecil. “Oh tidak tidak. Tapi naga itu yang akan menangkapmu jika kau tidur larut malam, Ruka.” Ia menatap adik bungsunya sambil tersenyum penuh kasih sayang, lalu beralih kepada Koji. “Nanti setelah makan malam kita bicara sebentar.” Mereka pun melanjutkan makan malamnya.

     Tiga puluh menit kemudian, makan malam pun usai. Ruka kembali ke kamarnya dengan wajah kusut, setelah merajuk kepada kakaknya untuk ditemani tidur, namun Juri tidak dapat memenuhinya malam ini. Juri dan Koji segara membereskan  peralatan makan, lalu pergi ke dapur untuk membersihkannya. Juri meletakkan peralatan makan yang dibawanya ke dalam bak cuci piring, kemudian mulai menyalakan kran air. Koji menyusul dan meletakkan peralatan yang ia bawa di samping bak cuci.
     “Tadi kakak bilang ingin mengatakan sesuatu, apakah ada hal yang terjadi di Perkumpulan?” Koji menyandarkan diri pada lemari dapur sambil memandang kakaknya.
     “Oh tidak, tidak. Sebenarnya bukan masalah yang terlalu besar. Saat perjalanan pulang tadi kakak mendapatkan pesan dari perkumpulan, bahwa semalam gargoyle pengawas kota menangkap adanya aktifitas sihir gelap di sebelah utara, sekitar perbatasan dataran Matahari. Jadi malam ini kakak akan pergi lebih awal bersama Perkumpulan untuk meninjau perbatasan. Urusan lilin aku minta tolong padamu, ya.”
     “Aku tidak masalah tentang lilin, hanya saja aku mengkhawatirkan kakak, apakah ada kemungkinan itu adalah masalah yang gawat? Karena seingatku selama ini belum pernah ada masalah serius yang mengharuskan Perkumpulan untuk pergi lebih awal.” Koji menggerakkan kaki dengan gelisah.
     “Kakak juga tidak tahu, tapi semoga saja bukan hal yang gawat.” Juri menoleh menatap adiknya. “Tapi kau tak perlu khawatir berlebihan, ini bukan pertama kalinya kakak melakukan patroli, dan bukan pertama kalinya juga kakak menangani sihir gelap. Yang jelas, lakukanlah tugasmu dengan baik di rumah, dan jaga Ruka. Kakak akan pulang sebelum pagi.” Lalu Juri tersenyum dan melanjutkan pekerjaannya.
     “Hmm baiklah kak, semoga berhasil.” Koji beranjak dari dapur, menuju ke dapur lilin.

     Juri melangkah memasuki kamarnya, menutup pintu, kemudian menyandarkan diri pada pintu kamarnya, seolah tidak ingin siapapun masuk dan mengganggunya. Tangannya merogoh ke dalam tas, mengeluarkan kembali sebuah kertas yang ia peroleh tadi, lalu menatapnya tanpa ekspresi. Kertas itu berwarna abu – abu dan permukaannya kusut karena dimasukkan ke dalam tas dengan terburu – buru. Kertas itu berisi pesan dengan kalimat singkat – singkat. Gaya tulisannya miring yang tidak terlalu rapi, khas tulisan tangan Ren, pengawas administrasi Perkumpulan.  

     Kepada anggota Perkumpulan Laporan dari Mito, Gargoyle pengawas kota. 19.30 semalam, aktifitas sihir gelap. Sebelah utara perbatasan dataran Matahari. Malam ini patroli lebih awal. 20.00, Headquarter.

     Juri mengenyakkan diri di atas tempat tidur, dan memejamkan mata sejenak. Ia mengingat kembali hari di mana pasukan Iblis hitam telah merenggut nyawa kedua orang tuanya. Hari itu, pada pagi hari semua berjalan seperti biasanya. Ayahnya, Mori Schwartz pergi bekerja lebih awal – Mori adalah seorang penyihir tinggi di kota Emas, salah satu anggota penting pemerintahan – karena hari itu adalah awal minggu. Ibunya, Saki Schwartz mempersiapkan keperluan anak – anaknya yang akan pergi ke sekolah. Ibu Juri adalah seorang ahli botani, yang memiliki ketertarikan khusus pada tanaman obat. Ia mengembangkan tanaman – tanaman obatnya sendiri di halaman belakang rumah.
     Saat itu semuanya terasa sangat normal. Juri dan adik – adiknya pergi beraktifitas di sekolah seperti biasanya. Hingga pada siang hari menjelang sore, tiba – tiba langit berubah gelap, lalu segalanya terasa begitu salah. Juri mencium bau seperti karet terbakar yang disiram bensin, bau khas iblis gelap, pikirnya. Tidak semua orang menyadari hal itu, hanya orang – orang yang memiliki darah penyihir yang bisa. Kemudian ia bergegas berlari ke halaman sekolah, tampak semua orang telah berkumpul dengan panik. Sebagian orang yang tak memiliki jejak sihir hanya bisa menatap dengan ngeri, karena tidak benar – benar paham apa yang terjadi. Jauh di sebelah barat tampak asap hitam mengepul hingga seakan menembus hingga ke langit. Juri mengedarkan pandangannya, sekeliling Kota Emas dilingkupi asap gelap. Ketika memandang ke langit, tampak sekumpulan makhluk jelek bersayap hitam, bentuk badannya seperti laba – laba, dan mulutnya seperti corong dengan gigi – gigi tajam mencuat. Para guru memerintahkan kepada murid – muridnya dan semua warga sekolah untuk segera masuk untuk mengamankan diri. Semua orang melakukannya, termasuk Juri。
     Ketika keadaan sudah dirasa aman, semua orang diizinkan pulang. Juri mencari kedua adiknya, dan membawa mereka pulang. Sesampainya di rumah, mereka hanya bisa terpana. Sebagian rumahnya telah hancur dan kebun obat ibunya separuh terbakar. Mereka bergegas masuk dan mencari tanda – tanda keberadaan ibunya. Juri menemukan ibunya meringkuk di balik lemari dapur sambil gemetar, lalu berteriak ketika merasa ada yang mendekatinya. Ia menggenggam belati suci dan hampir melemparkannya, ketika Juri menghentikannya.
     “Stop! Stop! Ibu, ini aku, Juri! Anakmu!” Juri memandang ibunya dengan perasaan ngeri. Terlambat sedikit saja belati suci itu mungkin sudah bersarang di jantung, atau bahkan kepalanya. Saki mendongak dan mendapati anaknya berdiri tidak jauh darinya. Koji dan Ruka datang menghampiri, setelah mencoba mencari di lantai dua.
     “Juri, cepatlah kemasi barang – barang kalian, dan bawa adik – adikmu pergi jauh – jauh dari rumah ini, kalau perlu dari kota ini! Para iblis gelap menyerang kota, mereka ingin melenyapkan para penyihir putih berdarah murni. Ibu tidak ingin terjadi sesuatu pada kalian.” Saki berkata dengan suara terisak namun tegas, menatap mata Juri dan meremas pundak anak sulungnya itu.
     “Tapi, ibu – “
     “Sudah pergilah sekarang! Tidak ada waktu lagi!” Saki mengeluarkan sesuatu dari saku celananya, lalu menghampiri Juri, si anak tertua. “Bawalah ini, ini akan melindungi kalian dari pengaruh sihir gelap.” Saki menyerahkan sebuah benda bulat dengan sebuah rantai perak menjuntai. Benda itu adalah sebuah jam rantai model klasik yang di bagian tutupnya terdapat ukiran spiral melingkar, dan sebuah batu pualam segi empat berwarna merah mawar.
     Juri mengangguk tanda mengerti. Kemudian secepat kedipan mata, Juri menangkap kilatan cahaya kehijauan di sudut matanya, lalu ia melihat mata ibunya kosong tak lagi bernyawa. Juri menangkap tubuh ibunya yang lunglai, dan membaringkannya di lantai. Koji dan Ruka menjerit, lalu Koji menangkap adik bungsunya, memeluk adiknya yang terisak, dan membawanya berlari ke ruang depan. Juri mendongak, tampak sesosok iblis gelap yang berbeda dari yang dilihatnya di sekolah tadi. Ternyata pasukan Iblis gelap belum benar – benar pergi. Tubuh iblis gelap ini berbentuk seperti kucing besar bercakar, yang berdiri dengan dua kaki. Kepalanya seperti ikan, bergigi tajam dan berlendir. Seluruh tubuhnya berwarna hijau lumut, dengan garis – garis hitam di bagian perutnya.
     Dengan kecepatan yang terlatih, Juri mengambil belati suci yang tadi dipengang oleh ibunya, kemudian melompati meja pantry menuju si iblis. Juri mengayunkan tangan untuk menebas, namun tiba – tiba sebatang anak panah terbang melewati kepalanya dan menancap pada wajah si iblis, di antara kedua matanya. Juri menoleh dan mendapati ayahnya memegang busur panah. Mori masih mengenakan pakaian kerjanya, namun koyak di beberapa bagian, dan ujung lengan bajunya terbakar.
     “Ayah! Aku – “ Juri tidak sempat menyelesaikan perkataannya, karena ayahnya memotongnya.
     “Kota tidak aman untuk kalian! Sepasukan iblis gelap menyerang kantor beberapa jam lalu, jadi ayah bergegas pulang untuk menyelamatkan kalian! Mereka ingin melenyapkan ras murni, kalian harus pergi sekarang!” Mori Schwartz menatap anaknya dengan pandangan mata yang tidak bisa dibantah, lalu ia menghampiri istrinya yang tergeletak di lantai, dengan ekspresi terluka.
    Juri merasakan serangan perih yang datang mendadak dari pergelangan tangannya. Iblis itu belum mati. Iblis itu mencengkeram tangannya, membenamkan kuku dalam – dalam pada kulit Juri. Juri menjerit, lalu memotong tangan bercakar yang mencengkeram tangannya dengan belati suci. Si iblis mencicit kesakitan, lalu tangannya yang bebas mencakar wajah Juri. Juri terlempar ke samping dan jatuh tersungkur menghantam lemari kayu. Seluruh tubuhnya diliputi rasa nyeri dan perih. Ayah Juri melemparkan diri pada iblis gelap yang menyerang anaknya, dan menghujamkan sebuah pedang pendek menembus jantung iblis tersebut. Namun pada waktu yang bersamaan, cakar iblis tersebut menembus dadanya.
     “Cepat pergi sekarang juga!” Mori berteriak kepada anaknya, kemudian baik ayahnya maupun si iblis ambruk dan tidak bergerak lagi.
     Juri berdiri dengan susah payah sambil menahan perih di pergelangan tangan dan sakit di sekujur tubuhnya, lalu berlari tertatih menuju ruang depan dan mengajak kedua adiknya yang ketakutan untuk segera pergi meninggalkan kota. Mereka lalu pergi tanpa mengemasi barang, hanya membawa tas ransel yang dibawa ke sekolah tadi.

     Kejadian hari itu tidak pernah mereka bayangkan akan terjadi, dan tidak akan pernah pula mereka lupakan.

     Juri membuka mata, mengenyahkan segala ingatan tentang masa lalunya. Matanya lembab oleh air mata, dan ia menyekanya. Tidak, aku tidak boleh terjebak dalam masa lalu. Sekarang waktunya bekerja. Ia kemudian bangkit dari tempat tidur, dan mengganti pakaiannya dengan seragam resmi prajurit pengawas. Seragam prajurit pengawas terbuat dari bahan yang tebal namun elastis, dengan model yang menempel di badan untuk mempermudah gerak, lalu dirangkap dengan jaket kulit berwarna biru tua, yang dilengkapi sebuah pin bergambar pedang dan bintang yang melambangkan Perkumpulan. Juri mengenakan sepatu botnya, kemudian keluar dari kamarnya dan turun menuju ruang bawah tanah.

つずく


NEWS - 恋を知らない君へ (Bahasa Indonesia Translated Lyrics)
serizawadindou

Omatase..
Akhirnya muncul juga postingan yang benar – benar postingan. LOL

Oke, kali ini aku mencoba untuk menerjemahkan satu lagu singel terbaru dari salah satu idol favoritku, NEWS, judulnya Koi wo Shiranai Kimi he. Singel ini diluncurkan pada tanggal 13 Juli 2016.

Lagu ini kuterjemahkan dalam Bahasa Indonesia, dengan skill Bahasa Jepangku yang masih sangat terbatas, bisa dibilang grotal gratul (?), dengan menangkap liriknya melalui yang terdengar di telinga. X’D *latihan listening ceritanya* jadi seandainya ada kesalahan terjemahan atau salah lirik, silahkan dikoreksi. Koreksi ya, bukan dibully. Aku masih belajar, mungkin terjemahannya agak aneh, mohon dimaklumi, hehehe :’3  

*******

KEPADAMU, YANG TIDAK MENGETAHUI CINTA

Aa, hanya dirimu, janganlah menghilang
Kalau bisa kembali, ke musim panas itu..

Aku memandang langit yang biru
Kurentangkan tangan, entah untuk apa
Ke manapun tujuannya tidak masalah
Kalau ke langit tidak terjangkau ya..

Bunga matahari yang mencari matahari, dan aroma seperti musim panas yang menari
Kuambil sepotong ekspresi wajah yang melihat kembang api itu
Lalu kusimpan di dalam hatiku

Kupikir sampai kapan pun masa depan kita akan terus berlanjut
Kesedihan ini pun berlalu
Musim panas yang dilalui bersama,
diam – diam seakan memberitahu akhirnya

Aa, hanya dirimu, janganlah menghilang
Akan kuajak ke saat musim panas
Saling mencintai, dan tetap saling memeluk seperti hari itu

Aa, aku hanya memohon jangan pergi
Aku mohon sekali lagi
Kalau memang sesakit ini, lebih baik tetap berteman saja

Musim terlewati dengan cepat, waktu yang seperti mimpi pun terhenti
Di peron kereta yang tidak ada siapapun, aku menunggu kepulanganmu

Kupikir sampai kapan pun masa depan kita akan terus berlanjut
Seperti melewati hujan,
Musim panas yang kita cari bersama tidak akan kembali untuk kedua kalinya

Aa, hanya dirimu, janganlah menghilang
Akan kuajak ke saat musim panas
Saling mencintai, dan tetap saling memeluk seperti hari itu

Aa, Aku hanya memohon jangan pergi
Aku mohon sekali lagi
Kalau memang sesakit ini, lebih baik tetap berteman saja

*******


Hisashiburi?
serizawadindou
Hello Everyone!
I just want to say hi because I have no any post in my journal for a long time ahaha. Actually I have no idea what I have to post to blog. I want to be more active soon.
I will looking for any interesting topics, so just wait for my next journal!
See you next time!

Idol Hairclips?
serizawadindou
Orange!
haha.. I just bought a new orange blouse few days ago. It looks like a mini dress, with a cute collar.
Last night, suddenly I have an idea to make something match with the blouse. I decided to make a hairclip. I didn't make a design before, it spontaneously. I choose 2 sheets of flanel, orange and black, like my new blouse colour.. ^__^
I cut, cut, cut, and cut the flanel. I think it shaped like a flower? a big flower exactly. I made a big hairclip, big flower hairclip, like an idol group in Japan! But it's too simple if we compared it with the real idol hairclip. hehehee.. :3 It just made from flanels and coloured yarns. Don't you believe me? The hairclip make me fell like an idol! XD
Maybe I will join Morning Musume someday.. ahahaha.. :D

?

Log in

No account? Create an account